Ternyata Einstein yang benar!

Pertanyaan: Menurut Oom Som waktu berjalan maju secara linier sedangkan menurut Einstein waktu dapat diperpanjang, diperpendek, dihentikan bahkan diputar balikkan.

Saya baca tulisan di face book pertanyaaan oom Som kepada dik Sigit yang tinggal di Winsor USA dan dik Bagus yang tinggal di Brisbane AUS, ternyata ada “selisih waktu tujuh jam”  lamanya ibadah puasa di kedua tempat tsb. Nah, sudah terbukti waktu di Winsor dan Brisbane berselisih tujuh jam lamanya.  Ini artinya panjangnya waktu di kedua tempat berbeda. Kesimpulannya Einstein yang benar!

Mohon oom Som mempertanggung jawabkan  Teori Minimalis gagasan oom Som  agar  yang saya banggakan tidak dikatakan gila karena tak sanggup meyakinkan orang lain, termasuk saya.

Jawaban: He,he……….. dik Sigit yang pengagum  Einstein pasti tersenyum sinis! Lain dengan dik Bagus mungkin masih dapat berlaku objektif.

Saya beri kesempatan kepada dik Bagus atau yang lainnya untuk menjelaskan mengapa lamanya waktu berpuasa di Winsor  lebih panjang 7 jam dibanding lamanya waktu berpuasa di Brisbane.

Dik Bagus tidak berminat menjelaskan fenomena itu, maka oom Som akan menjelaskan:

Dunia ini bulat, berputar (berotasi) pada porosnya dan bervolusi mengelilingi matahari pada orbitnya. Poros bumi condong terhadap bidang orbit bumi sehingga matahari dipandang dari bumi berpindah-pindah ke arah selatan dan ke arah utara menyebabkan kecepatan relative putaran matahari mengelingi bumi berbeda-beda pada berbagai titik pada  garis  lintang bumi,  di katulistiwa kecepatsannya maksimum, sedangnya semakin mendekati kutub bumi kecepatannya semakin kecil.

Seandainya matahari tidak bergeser letaknya, karena poros bumi tegak lurus bidang orbitnya, matahari akan  selalu diatas katulistiwa, maka kecepatan nya akan sama dipandang dari garis lintang yang sama. Tempat yang terletak pada  garis bujur yang sama akan memiliki waktu (saat) yang sama.

Yang harus difahami,  setiap sekali rotasi bumi membutuhkan waktu 24 jam, artinya sudut putar bumi   sama disemua tempat , namun karena  keliling permukaan bumi berbeda-beda   diberbagai garis lintang  yang berbeda , maka   kecepatan “geser” (v)  matahari dilihat dari bumi diberbagai garis lintang berbeda besarnya (kebalikan kecepatan tangensial titik dipermukaan bumi) , namun  berjalannya (atau urutan waktu) semua tempat di bumi bahkan diseluruh alam semesta dinyatakan dengan dimensi waktu yang sama ,  urutannya: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abat…………….  berjalan maju secara linier sebab dimensi waktu berdasar TM tidak terkait dengan dimensi ruang, sebagai yang dinyatakan oleh Teori Relativitas.

Teori Relativitas Einstein  menggabungkan dimensi ruang dengan dimensi waktu menjadi dimensi ruang waktu sehingga terbentuklah dimensi turunan  v = S / t, dimana v = kecepatan titik yang bergerak , S =  arak yang ditempuh dalam kurun waktu t  dan t = waktu yang dibutuhkan titik bergeser sebesar S.

Kesimpulan: yang berbeda  bukan panjang pendeknya  waktu  disetiap bagian bumi  , melainkan kecepatan gerak titik (tempat) mengelilingi permukaan bumi akibat perbedaan titik lintangnya. Titik di katulistiwa bergerak lebih cepat dibanding yang mendekati kutub bumi, namun semua berputar 360 derajat setiap 24 jam.

Ini penjelasan oo Som  mengapa lamanya ibadah puasa  wajib  dalam Agama Islam berbeda diberbagai belahan bumi.

Puasa wajib (termasuk  salah satu  dari Lima Rukun Islam)  dijalankan pada siang hari, menjelang matahari terbit hingga menjelang matahari tenggelam.

Seandainya matahari tetap berputar diatas katulistiwa, maka lamanya berpuasa akan sama diseluruh belahan bumi. Namun apa jadinya jika matahari tetap diatas katulistiwa? Sebagian bumi akan hangus/terbakar dan bagian lain membeku. Jadi bersyukurlah matahari setiap saat bergeser ke utara dan ke  selatan walau berakibat lamanya berpuasa diberbagai belahan bumi berbeda.

Oom Som akan  mencoba menjelaskan perbedaan sudut pandang Teori Minimalis (TM) dengan Teori Relativitas (TR) terhadap dimensi waktu.

1. Teori Minimalis  menginformasikan fenomena Alam Semesta dalam tatanan macrocosmos yang  tersusun dari berbagai jenis energi  berdimensi sebelas dan dalam tatanan microcosmos  berdimensi dua belas karena merupakan interaksi vitalistik dari body yang tersusun dari energi dan soul yang merupakan bagian dari non energy.

TM menginformasikan bahwa waktu merupakan dimensi universal yang berlaku sama diseluruh Alam Semesta di sepanjang zaman karena waktu adalah pembeda antara Alam Semesta dengan Alam Abadi.

Waktu dimulai saat Alam Semesta dipisahkan oleh Tuhan dari Alam Abadi yang tidak berdimensi dengan diberikan dimensi waktu (t). Kemudian waktu berjalan maju secara linier dari 0  detik (t=0)  saat  Alam Semesta hanya berdimensi waktu t, kemudian berkembang menjadi berdimensi lainnya: x,y,e,q,(e),(q), …….. hingga m, l,w dan h. Sehingga menurut TM Alam Semesta yang berupa macrocosmos berdimensi 11. Menurut TM Plus di Alam Semesta juga terdapat non energi, diantarana z (soul) yang berinteraksi vitalistik dengan body yang tersusun dari energi membentuk microcosmos yang berdimensi dua belas.

TM tidak menggabungkan  dimensi ruang dengan dimensi  waktu  (membentuk dimensi ruang waktu) melainkan menginformasikan  terjadinya massa  yang merupakan fenomena Sub Alam Fisika  adalah akibat berlakunya dimensi waktu  yang universal di Seluruh Alam Semesta  yang terdiri dari Alam Super yang hanya berdimensi waktu    dan Alam Nyata berdimensi ruang nyata.

Menurut TM gagasan oom Som,  massa membutuhkan ruang nyata,  massa lebih dulu ada sebelum ruang nyata.  Massa membutuhkan ruang nyata,  bukannya massa terjadi akibat penyatuan ruang nyata  dan waktu  menjadi dimensi ruang waktu sebagai yang diajarkan oleh Teori Relativitas Einstein.  Ini bagaikan teka teki telor dan ayam. 

Waktu menurut  TM  adalah sequent atau  urutan suatu proses yang terjadi  di  Alam Semesta yang tidak abadi akibat dikuasai oleh  dimensi waktu. 

Menurut TM massa terjadi sebelum terbentukkan ruang nyata . Massa akan  menyebabkan ruang semu (ruang hampa materi) berubah menjadi ruang nyata (ruang yang terisi materi bermassa).

Teori Minimalis  sanggup menginformasikan terbentuknya massa berdasar Formula Supernatural Modern E = – x + y sedangkan Teori Relativitas Eintein menjelaskan hubungan massa dengan Energi Fisika atas dasar Formula E = mc^2. Jadi kedua teori ini dapat saling melengkapi. Yang menjadikan TM  bertentangan dengan TR adalah sudut pandang mengenai dimensi waktu.

2.Teori Relativitas   menginformasikan Sub Alam Fisika versi TM , yang dianggap sebagai Alam Semesta versi Science.  Teori Relativitas Einstein menggabungkan dimensi waktu dengan dimensi ruang nyata, menjadi dimensi ruang-waktu, sehingga terjadilah dimensi kecepatan v =s/t.  Tujuan  untuk menjelaskan terjadinya massa dari hasil penyatuan dimensi  ruang  waktu. Jadi Teori Relativitas beranggapan  terjadinya massa  setelah terjadi ruang nyata (kebalikan dengan TM).

Teori Relativitas menyatukan dimensi ruang waktu sehingga timbulah berbagai dimensi turunan (diantaranya dimensi kecepatan). Dimensi turunan inilah yang dimanfaatkan oleh Einstein menggagas  dimensi ruang waktu untuk menjelaskan terjadinya massa.

Einstein adalah seorang genius sebab dapat meyakinkan gagasannya yang sebenarnya sangat sulit diterima oleh orang awam untuk meyakinkan para ilmuwan.  Oom Som   belum sanggup meyakinkan gagasan yang sangat sederhana, yaitu Teori Minimalis, sehingga  kemenakan minta oom Som  mempertanggung jawabkan gagasan agar tidak  dianggap gila.

Seandainya oom Som dapat bertemu Einstein, akan oom tanyakan kepada Einstein: “Mengapa Dikau tidak kembali hidup untuk mempertanggung jawabkan teorimu hingga sanggup meyakinkan aku bahwa waktu dapat diputar mundur?”

Jika waktu dapat dipercepat, diperlambat, dihentikan bahkan diputar balikkan, artinya yang telah mati dapat dihidupkan kembali karena waktu yang telah lewat dapat dikembalikan pada waktu sekarang. Mengapa Einstein tidak hidup kembali untuk mempertanggung jawabkan Teori nya  yang sangat tidak masuk makal menurut oom Som. Jika Einstein dapat hidup oom Som baru mempercayai Teori Relativitas yang terkait dengan dimensi waktu.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s