Bagaimana caranya keluar dari Bumi jika terjadi sesuatu yang fatal.

Pertanyaan: Menurut pak de Ibnu:  Bumi bagaikan debu di Alam Semesta namun sangat langka karena bumi memiliki biosfera yang memungkinkan terjadinya living organisme diantaranya manusia. Berdasar argumentasi tsb,  maka bumi akan dipadati oleh living organisme sehingga akan terjadi krisis energi dan bahan makanan dan papan. Berbagai usaha telah dilakukan oleh manusia, diantaranya Keluarga Berencana menggali potensi yang masih mungkin dimanfaatkan diantaranya potensi energi terbarukan dan energi nuklir, upaya untuk berimigrasi ke planet lain. Mungkinkah upaya manusia yang ditunjang oleh kemajuan teknologi berbasis Science yang materialistik  dapat mengatasi populasi dunia dan mengatasi masalah energi dan persediaan kebutuhan hidup penduduk dunia? Apa dampaknya jika upaya itu gagal? Upaya apa saja untuk menghindari dampak kepadatan populasi dunia diluar upaya tersebut diatas? Apakah bumi akan mengalami malapetaka besar yang identik dengan istilah kiamat dunia?

Jawaban: Pak de menginforamsikan: Rasa takut lebih “menyiksa” dibanding apa yang akan terjadi yang sebenarnya. Menakuti seseorang sama halnya melakukan teror mental. Untuk itu ada berbagai cara untuk mengatasi/melawan teror mental itu:
1. Bagi yang beragama langit (RS)  seharusnya yakin seandainya terjadi kiamat bumi atau kiamat Alam Semesta yang ikut hancur hanya jazatnya, ruhnya sanggup kembali ke Alam Abadi lewat Alam Gaib. Namun harus disadari di sana bukan hanya tersedia surga melainkan juga tersedia neraka. Untuk menghindari neraka hingga selamat sampai ke surga telah tersedia jalan sesuai dengan RS (khususnya Agama Bumi). Jadi dari pada ketakutan akan lebih baik mencari pahala dan menghindarkan diri dari berbuat dosa.
2. Bagi yang beragama bumi seharusnya yakin seandainya dunia dipadati oleh living organisme yang membutuhkan tempat, enegi dan makanan, maka yang akan punah menderika hanya  tubuhnya sedangkan yang mengendalikan tubuh, yaitu spirit akan kembali menjadi living astral body yang sanggup berkelana ke segenap bagian Alam Semesta untuk memperoleh bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera untuk memperoleh organisme baru agar sanggup melakukan proses reinkarnasi.

Menurut Teori Paralogika, RB merupakan interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit, sedangkan WB merupakan interaksi vitalistik  organisme dengan soul. Bagi RB tersedia berbagai agama bumi dan Spiritual Ilmiah (SS) agar tidak takut pada kepadatan dunia dan kekurangan energi, sebab spirit hanya membutuhkan energi transenden diantaranya cahaya yang melimpah di Alam Semesta yang dapat dimanfaatkan sebelum sanggup memperoleh bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera.
3. Bagi yang materialis memang kepadatan dunia, kekurangan energi fisika , kekurangan bahan makanan/ bio energi sangat mengerikan, sebab mereka tidak mengakui adanya soul dan spirit, jiwa dianggap sebagai bagian dari organisme, sehingga hancurnya organisme berarti hancurnya jiwa. Mereka harus menyelamatkan organismenya demi menyelamatkan jiwanya. Itulah sebabnya mereka berusaha migrasi ke planet lain yang dekat letaknya, sebab pesawat antariksa yang memiliki massa sangat lambat sedangkan tubuh manusia membutuhkan berbagai macam energi dalam perjalanan menuju ke planet lain. Yang mereka harapkan adalah ber migrasi ke Mars, planet yang sangat dekat dengan bumi , sehingga mereka berupaya mempelajari Mars untuk menentukan apakah planet tetangga ini memiliki biosfera, tanpa adanya biosfera mustahil manusia yang bertubuh organisme sanggup hidup di Mars.

4. Yang sangat tidak masuk akal adalah mengirim satelit ke planet Pluto yang teramat jauh, sebab seandainya Pluto memiliki biosfera letaknya sangat jauh dari bumi dan planet ini sangat kecil. Bermigrasi ke Pluno dengan membawa living organisme tak semudah membawa peralatan fisika (termasuk robot). Namun Science meyakini bahwa objek di Alam Semesta yang teramat jauh dapat ditempuh melewati lubang cacing berdasar Teori Relativitas. Jika teori Relativitas benar maka seharusnya mereka yang materialistik tak usah khawatir akan kehancuran bumi, sistem tata surya bahkan galaksi Bimasakti. Mereka tak usah bersusah payah membuat kendaraan ruang angkasa yang harus mengarungi bagian Alam Semesta yang teramat luas, cukup melalui lobang cacing.

Dari analisa pak de diatas seharusnya manusia tidak usah ketakutan jika kosisten pada “keyakinan” masing-masing, baik yang beragama langit (RS), beragama bumi (SS) maupun yang materialis (MS) , masing-masing memiliki “keyakinan” untuk tidak perlu ketakutan pada masa depannya karena meyakini sanggup keluar dari permasalahan bumi berdasar keyakinan masing-masing.

Perang merupakan penyelesaian masalah kepadatan bumi secara alami, namun akibat perang itulah yang harus dipertimbangkan. Perang tidak akan menghancurkan seluruh isi bumi, menyisakan sebagian penghuni bumi sehingga sangat mengerikan. Namun perang ada hikmahnya, sebab akan menyadarkan manusia agar tidak saling berebut kepentingan hingga saling menghancurkan melainkan berlaku sithik eding , genti genten atau dewe-dewe (mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing) sehingga terhindar dari tiji-tipeh (kill or to be killed) .

Hikmah dari perang adalah menyadarkan manusia agar mengutamakan kepentingan yang lebih besar dari pada kepentingan individu dan kelompok, yaitu kepentingan bersama.

Perang juga bertujuan melakukan perubahan tatanan yang sudah tidak sesuai lagi dengan  perkembangan zaman dengan membuat tatanan baru yang diinginkan oleh manusia.

Menurut Teori Som Wyn:  Tuhan YME (hasil akal budi manusia)

1. Menyediakan segalanya yang tak diinginkan dan yang diinginkan oleh ciptaan Nya (termasuk manusia).

2.Memberikan kesadaram kepada isi macrocosmos untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.

3. Memberikan pilihan untuk menjadi pemimpin yang sanggup mengatuur umatnya, menjadi pengikut yang taat pada pimpinannya atau mandiri karena telah dibekali kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.

4. Tuhan YME tidak mengatur segalanya  melainkan menentukan segalanya.  Semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya namun pasti telah memperoleh izin Nya.

5. Izin itu hanya akan diberikan kepada ciptaan Nya yang berusaha untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung risikonya. JikaTuhan YME  telah memberikan izin, namun tidak dimanfaatkan karena  tak berani menanggung risikonya, maka izin itu boleh saja tidak dimanfaatkan. Ini Bukti bahwa Tuhan YME tidak pernah memaksakan kehendak Nya.

Sebagai contoh, mansia telah sanggup memanfaatkan energi nuklir namun jika tidak berani menanggung risiko penggunaannya, maka izin penggunaan energi nuklir akan tidak dimanfaatkan.

Disamping macrocosmos Alam Semesta juga terisi microcosmos yang merupakan interaksi body yang tersusun dari energy dan soul yang merupakan bagian dari non energy.

Macrocosmos bersifat universal sedangkan microcosmos bersifat individual.

Macrocosmos terdiri dari Sub Alam Gaib, Sub Alam metafisika, Sub Alam Transenden, Sub Alam Fisika dan Sub Alam Organsime.

Microcosmos tersusun dari: 1. Living organisme. 2 Living Astral Body.  3. Living Dark Body. 4. Licing Bright Body. 5. Talent Body.   6. Holly Body dan 7. Non Body.

Manusia termasuk Living Organisme sehingga hanya mungkin hidup di bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera, sehingga mengalami biorithmic, kondisi sadar dan bawah sadar. Dalam kondisi sadar  semua aktivitas tubuh dikendalikan oleh otak sedangkan  dalam kondisi bawah sadar aktivitas tubuh dikendalikan oleh sumsum tulang belakang dan organ-organ tubuh yang saat otak dalam kondisi beristirahat memungkinkan organisme masih sanggup bertahan hidup, misalnya:  detak jantung, pernafasan, kelenjar metabolisme dan bagian tubuh  yang tidak secara langsung dikendalikan oleh otak.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s