Angeline ke mana dikau?

Pertanyaan: Menurut Teori Paralogika ada dua jenis manusia: WB dan RB, WB saat meninggal akan mencapai Tahapan Non Body (NB) yang siap meninggalkan Alam Semesta menuju ke Alam Abadi dan RB yang saat meninggal akan menjadi Spirit yang berkelana ke segenap Alam Semesta untuk memperoleh organisme “baru”. Yang ingin saya tanyakan: Angeline menurut pak de Ibnu termasuk WB atau RB?

Jawaban: Pelajari Teori Paralogika secara cermat:  Saat lahirlah yang membedakan living organisme digolongkan  jenisnya WB atau RM.  Hidup adalah kesempatan untuk memilih sehingga dapat yang dilahirkan sebagai WB “berubah” menjadi RB, atau sebaliknya yang dilahirkan sebagai RB “berubah” menjadi WB. Semua harus melalui “perjuangan” untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung risikonya.

Tuhan hanya akan merubah nasib ciptaan Nya yang berusaha merubah nasibnya. Tuhan YME hanya akan mengizinkan keinginan umatnya yang sanggup berusaha dan sanggup berbuat untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung brisikonya.

Menurut akal budi:  yang ingin “hidup kembali” adalah yang belum puas dengan kehidupan yang telah dijalani  dan berusaha untuk “mengulanginya“, sebalik nya yang dalam kehidupannya sudah “puas”  atau “bosan” dan menginkan kehidupan yang “lain”  yang abadi,  tidak “berselera” lagi mengulanginya.

Teori Paralogika (TP)  hanya membagi living organisme menjadi WB dan RB namun menurut Teori Revolusi Som Wyn ( TRSW)  menginformasikan bahwa manusia adalah hasil revolusi microcosmos dalam tahapan living organisme Berdasar Sejarah Peradaban Manusia (SPM) paling tidak ada empat tahapan: NS. RS. MS. dan SS.

* MS memandang hidup sekedar proses biologi, sehingga tidak mengakui adanya soul (termasuk ruh) dan spirit.  Jiwa dipandang bagian dari fisik (organisme).

* NS belum mengenal adanya Alam Abadi maupun Alam Semesta yang teramat luas,  NS  belum mengenal soul, menganggap setelah mati  “jiwa  atau spirit” masih ada disekelilingnya, yang telah mati diharapkan dapat membimbing yang masih hidup.

Berdasar TRSW sesuai dengan  SPM terdapat empat jenis manusia ( harap dibedakan dengan TP yang menginformasikan perihal living organisme/termasuk manusia). : 1. Natural Body (NB) sesuai dengan tahapan NS.  2. WB sesuai dengan RS. 3. Materialis  Body (MB ) sesuai dengan MS dan 4. RB sesuai dengan SS.

Untuk menjawab pertanyaan kemenakan menurut pak de lebih rinci  memanfaatkan TRSW, sebab TRSW telah membedakan manusia dengan living organisme lainnya.

Angelina adalah manusia, jadi ada 4 kemungkinan sesuai dengan sudut pandang TRSW:

1. Sudut pandang NS. Angeline masih disekitar kita sehingga dapat melakukan “hubungan spiritual” dengan “yang ditinggalkan”.

2. Sudut pandang Agama Angit: Angeline  telah siap memasuki Alam Abadi, sihingga tak berselera untuk hidup di dunia yang penuh penderitaan dan  telah tersedia kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan duniawi yang telah dialami.

3. Sudut pandang MS: jiwa Angeline telah dikuburkan bersama tubuhnya. Jiwa Angelina  akan terdaur ulang bersama tubuhnya.

4. Sudut pandang SS: spirit Angelina akan melanglang ke segenap penjuru Alam Semesta untuk mendapatkan organisme baru agar dapat “melanjutkan” kehidupannya, bukan hanya di bumi yang teramat sempit dan kejam, melainkan di  bagian Alam Semesta dimana terdapat biosfera, baik dalam Galaksi Bimasakti atau galaksi lainnya.

Dilihat dari berbagai sudut pandang TRSW: tubuh maupun organisme   Angeline  yang segera akan  dikuburkan tidak mungkin dimanfaatkan oleh soul, spirit atau jiwa yang mengendalikan sebelumnya dan akan kembali menjadi bagian macrocosmos. Organisme terbentuk dari clear enegy dan trans energy. Sesuai dengan Teori Minimalis (TM) , energy tak mungkin keluar dari Alam Semesta.

Angeline tubuhnya telah diketemukan, mengungkap “kematian” Angeline  bukan bertujuan untuk” mencari  soul, spirit atau jiwa” atau mencari kemana perginya melainkan untuk menyelamatkan peradaban manusia.

Pembunuhan Angeline  merupakan kejahatan besar bagi peradaban manusia, yang melakukannya mungkin saja bertubuh manusia, namun yang mengendalikan jelas bukan soul, spirit atau jiwa manusia, sehingga tak dapat “dilindungi” atau diperlakukan sebagai manusia.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Beda membedakan dan memisahkan.

Pertanyaan: Saya seorang ibu rumah tangga yang “diposingkan” oleh masalah beras yang merupakan bahan pokok kebutuhan masyarakat demi kelangsungan hidup. Harga mahal  asal masih ada barangnya masih dapat dibeli sepanjang saya masih diberi rezki cukup atau pemerintah mengimpor beras dari luar agar harga dapat “ditekan” hingga terbeli oleh masyarakat klas bawah.  Persoalannya menjadi sangat sirius saat beras yang diimpor ternyata “palsu” dan membahayakan yang mengkonsumsi.

Bagaimana cara mengatasi masalah sirius ini?

Jawaban: Para ilmuwan telah berusaha menjawab  “kegelisahan masyaraka” atas beredarnya isue beras sintetis,  dengan melakukan penelitian perihal “beras” yang dicurigai palsu dan berdampak negatif pada yang mengkonsumsi, hasilkan justru semakin menggelisahkan karena terbukti memang beras  palsu itu mengandung unsur-unsur berbahaya. Saya sangat menghargai usaha itu, namun saya belum memperoleh informasi mengenai cara memisahkan beras asli dengan beras sintetis.

Seharusnya masyarakat  bukan  sekedar “diajari” membedakan beras asli dengan beras sintetis seperti yang dianjurkan oleh para ahli untuk membedakannya, melainkan mengajarkan bagaimana cara memisahkannya.

Menurut saya membedakan jauh lebih mudah cukup dengan memanfaatkan nalar, namun untuk memisahkannya dibutuhkan akal.

Seandainya kedua “jenis” beras itu dijual sendiri-sendiri , tak dicampurkan, maka dengan nalar keduanya dapat di bedakan, namun karena keduanya dicampur menjadi satu, maka rakyat harus  menggunakan akalnya untuk memisahkan keduanya.

Apakah untuk memisahkan kedua jenis beras harus menggunakan teknologi canggih? Saya rasa perlu dicoba dulu dengan teknologi “konvensional” sebagai yang dilakuklan untuk memisahkan gabah dengan beras atas dasar perbedaan kepadatan masanya.

Saat beras yang bercampur gabah “diputar-putar  dalam “tampah”, maka gabah akan terkumpul di tengah sedangkan beras akan menepi sesuai dengan hukum fisika. Lantaran massanya lebih besar gabah  memperoleh gaya lempar keluar lebih besar dibanding beras.  Gaya lempar keluar terhalang oleh tepi tampah menjadi gaya pantul ke tengah tampah. Seandainya tidak ada penghalang (tepi tampah)  gabah akan terlempar lebih jauh dibanding beras.

Jika ternyata  beras asli yang dicampur beras sintetis berbeda massanya, maka keduanya akan terpisah sebagai halnya campuran beras dengan gabah. Boleh dicoba, jika tak berhasil baru digunakan cara lain, misalnya merendam campuran tsb. dalam air, beras sintetis  yang bahannya plastik tak akan  menyerap  air, sedangkan yang asli menyerap air sehingga akan berbeda massanya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Beda akal dengan nalar.

Pertanyaan: Kata pakde Ibnu : kritik itu pedas tetapi menjadikan “kecanduan”. Hanya orang yang PD akan kecanduan kritik, sedangkan yang TTD tak membutuhkan kritik. Saya ingin menjadi orang PD, bagaimana carannya:

Jawaban:

“Kecanduan kritik” itu cenderung merugikan, sebab menjadi tergantung dari kritik  orang lain. Sama saja buruknya dengan “kecanduan  motivasi” apalagi “kecanduan pujian.”

“Kecanduan” tersebut dapat diatasi/ dikurangi  dengan  “mawas diri”  dengan kesanggupan  memberikan kritik pada diri sendiri atau pujian/ kebanggaan  bagi diri sendiri, tanpa harus tergantung fihak lain.

Jika cucu ingin PD atau menjadikan seseorang menjadi PD maka seseorang harus  sanggup  “mawas diri” berdasar nalar, bukan akal.

Apa bedanya nalar dengan akal?

Nalar:  pengembangan fikiran ke-dalam masing-masing pribadi/individu  hingga sanggup  menilai diri sendiri secara “objektif”, menilai diri kita dari sudut pandang orang lain/lingkungan. Mereka yang menggunakan nalarnya akan menjadi PD karena “dihargai”  lingkungannya atas dasar “kenyataan” memang benar-benar  “dihargai” berdasar  kepercayaan dari orang lain dan  lingkungannya. Nalar dapat digunakan untuk mengimbangi batin. Jika kita hanya menggunakan batin, maka yang batinnya baik menganggap semua orang baik, atau sebalinya yang batinnya buruk menganggap semua orang buruk, dengan nalar kita dapat membedakan orang yang baik dan yang buruk.

Akal: pengembangan fikiran ke-dalam   masing-masing pribadi/individu secara “subjektif”, memandang diri kita dari sudut pandang diri sendiri. Mereka yang menggunakan akalnya akan cenderung mengakali lingkungan  untuk “kepentingan” diri sendiri, sehingga menjadi TTD. Akal dibutuhkan sebagai pengimbang budi, sehingga dengan akal budi seseorang dapat menilai budi pekerti atas dasar pengamatan (dalam kurun cukup lama, tak secara instant) pekerti/perbuatan seseorang.

Akal (cenderung menguntungkan diri sendiri dalam Psychologi dinamakan ego) sedangkan budi  (cenderung menguntungkan fihak lain setara dengan super ego) Baik akal maupun budi seseorang dapat dirasakan pengaruhnya pada  lingkungannya, sedangkan nalar dan batin hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, kecuali telkah terpancar pada budi pekertinya.

Inilah analisa kepribadian berdasar Psychominimalis:

Fikiran  yang dikuatkan oleh akal “(>>)’ akan menjadikan seseorang superior intelektualis, merasa paling hebat, sehingga bukan sekedar PD melainkan juga TTD.

Fikiran dikuatkan oleh nalar “(>>)  berakibat superior non intelektual atau PD yang berlebihan, belum berakibat TTD.

Fikiran yang diimbangi oleh dogma “(><)”  merupakan dasar Spiritual Religius (RS) yang universal, sayangnya  terpecah menjadi agama dengan iman yang berbeda-beda sesuai dengan dogma buku suci masing-masing.

Akal yang diimbangi oleh batin ‘(><)’ merupakan akal budi yang dikembangkan lewat Teori Minimalis yang individual namun ilmiah (masuk akal).

Nalar yang diimbangi oleh doktrin  (><) merupakan dasar dari Spiritual ilmiah (SS). Doktrin SS adalah” manunggaling kawula Gusti” yang  cenderung menjadikan manusia TTD,namun sepanjang  diimbangi oleh nalar (bukan akal) yang menyadarkan bahwa yang dianggap Gusti hanyalah ciptaan Tuhan yang berupa soul, maka menjadikan seseorang PD tanpa terjerumus pada TTD.

Doktrin: manunggaling kawula Gusti yang diimbangi oleh nalar menjadikan seseorang menjadi PD (bukan TTD)  sepanjang menggunakan nalar bahwa yang dimaksud dengan Gusti bukan Tuhan melainkan soul (ciptaan Tuhan).

Catatan: Gusti ditulis dengan G huruf  besar untuk membedakan dengan  gusti yang mewakili tuhan-nya MS berupa benda yang sanggup memberikan yang diinginkan oleh yang mempertuhan dan menghindakan dari yang tidak iinginkan oleh yang memperetuhan (termasuk manusia), sedangkan kawula  (huruf kecil) adalah kata benda atau yang dibendakan. Penulisan ini sesuai dengan penulisan tuhan (bagian dari yang diciptakan/disediakan oleh Tuhan)  dan Tuhan (yang menciptakan dan yang menyediakan segalanya baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan oleh manusia).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

TAK BERHINGGA # SEMBARANG BILANGAN

Pertanyaan: Akungibnu dengan bangga menyatakan sanggup mendefinisikan nol dengan FSM E = – x + y , sementara Matematika dengan  Formula Matematika (FM) p/P  tak sanggup mendifinisikan nol dengan cara membagi-bagi sembarang bilangan dan  hanya akan menghasilkan pecahan yang nilainya mendekati nol.

Yang ingin cucu tanyakan : apakah penjumlahan bilangan tak berhingga yang sama besarnya dan berlawanan tanda matematikanya dapat menghasilkan  nol?

Jawaban: Heibat sekali cucuku yang satu ini tetap gigih mempertahankan  tak ada nilai nol yang maknanya tak ada sesuatu  yang  nihil, semua harus ada karena tidak dapat dibuktikan adanya yang tidak ada. Dari sudut pandang fisika, quantum adalah energi terkecil hingga tak mungkin ditiadakan atau dinihilkan.

Menururt akung kemampuan manusia terbatas sehingga yang tak terbatas itu diluar kemampuan manusia. Tak berhingga artinya tidak terbatas, sehingga diluar jangkauan kemampuan manusia. Berbeda dengan nol masih mungkin dimengerti oleh manusia sehingga dapat didefinisikan lewat FSM bukan lewat FM. Coba renungkan perbedaan antara FSM dan FM.

FSM dengan rumus E= – x + y akan menghasilkan  nol (0)  atau E = 0 saat x = y, dapat atau tidak diterima oleh nalar? Sementara FM dengan rumus p/P  hanya akan menghasilkan pecahan yang sangat kecil, tetapi nilainya # 0, dapat diterima oleh nalar atau tidak? Kedua formula itu tak memasukkan nilai tak berhingga, jadi pada dasarnya mengakui bahwa nilai tak berhingga diluar kemampuan manusia.

Science dengan  TM memang bagaikan berkendaraan menuju ke satu  tujuan (mengungkap rahasia Alam Semesta) dari dua arah yang berlawanan. Dapatkah kedua dipertemukan?

Pertanyaan itu dapat terjawab dengan menggunakan matematika vektor atau analisa vektor.

Sepasang vektor yang arahnya berlawanan walau besarnya sama hanya mungkin menghasilkan  keseimbang prima( E=0) jika keduanya sama modulusnya dan  “bertemu disatu titik kerja.” Jika keduanya “bekerja” pada titik kerja yang berbeda, tidak akan menghasilkan keseimbangan prima, melainkan momen putar.

Nah, maka akung berusaha mempertemukan titik kerja atau sudut pandang  cucu akung yang  bernama  Arif Wicaksana Prabawa dan anak akung   yang bernama Sigit Setia Prabawa, yang secara apriori menentang Teori Minimalis gagasan akung yang dianggap tak ada manfaatnya.

Bagaimana caranya? Masing-masing harus menyadari bahwa kemampuan manusia sangat terbatas sehingga tidak mungkin memahami sesuatu yang tidak berhingga, namun tidak mengingkari bahwa nol terjangkau oleh fikiran/akal manusia. 

Menurut  FSM justru nilai nol  merupakan hasil kesimbangan prima yang dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia, sedangkan bukan nol (tidak termasuk tak berhingga) justru  merupakan spektrum energi yang hanya terakses secara langsung oleh kemampuan bawah sadar, diantaranya mimpi dan ilusi.

Untuk memaknai mimpi/angan-angan terlebih dulu harus dipisahkan antara wilayah rasionil (E>0) karena  y>x dengan wilayah irrasional (E<0) karena   y<x.

“Mimpi yang irrasionil” masih mungkin didekati lewat olah batin, sedangkan “mimpi yang rasional” masih mungkin  didekali lewat olah fikir, sedangkan kenyataan dapat terakses oleh pancaindra atau peralatan fisika hasil akal (tanpa batin).

Diantara  manfaat FSM adalah  untuk menganalisa mimpi dan angan- angan agar dapat diwujutkan menjadi kenyataan. Dapatkah cucu membedakan mimpi/angan-angan dengan Formula Matematika?

Menurut akung nilai nol sangat penting untuk memisahkan yang rasional  (x<y)  dan yang irrasional (x>y) , sedangkan “tak berhingga” merupakan “batas” (boundary value) antara yang masih mungkin dan yang tidak mungkin terjangkau oleh kemampuan manusia,  kecuali bagi mereka yang takabur. 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Natural Body dan Materialistik Body.

Pertanyaan: Menurut pak de Ibnu disamping WB dan RB sesuai dengan Body yang dikendalikan sebenarnya ada 4 jenis living organisme sebagai yang saya kutip ini:

Sesuai dengan perkembangan peradaban manusia memang seharusnya ada empat jenis manusia: 1. Natural Body (NB) ,2. Whiteblank Body (WB), 3. Materialis Body (MB) dan 4. Reinkarnated Body. (RB), yang semuanya dikendalikan oleh Soul namun dalam “tingkat yang berbeda, hingga cara/sistem pengendaliannya juga berbeda sesuai dengan kemampuan organisme yang dikendalikan. Namun karena semua perbutan living organisme pada dasarnya dikendalikan oleh soul, maka yang harus bertanggung jawab pada yang “mendelegasikan” wewenang untuk mengatur perilaku living organisme adalah soul, bukan organismenya.

Soul bertindak sebagai master (gusti) sedangkan organisme bertindak sebagai slave (kawula).

Manunggaling kawula gusti bukan dimaksud mempersekutukan Tuhan dengan manusia atau ciptaan Nya berdasar dogma sebagai pengimbang fikiran melainkan atas dasar akal budi, keseimbangan antara akal dengan batin.

Yang ingin saya tanyakan: Apakah MS yang tidak mengakui adanya soul juga dikendalikan oleh soul? Demikian halnya NB yang juga belum mengenal adanya soul dan menganggap dirinya sekedar bagian dari lingkungannya yaitu Alam juga dikendalikan oleh soul atau dikendalikan oleh spirit?

Mohon dijelaskan agar tidak menimbulkan kesalah fahaman, atau menganggap pak de Ibnu tidak konsisten.

Jawaban: Terima kasih atas “kecermatan” kemenakan dalam menerima penjelasan/informasi dari pak de.

Dalam Teori Paralogika hanya disebutkan dua jenis living organisme WB yang dikendalikan oleh soul yang berasal dari sorga dan RB yang dikendsalikan oleh spirit yang berkutat di Alam Semesta dan berusaha memperoleh organisme :”baru”. Kedua jenis lainnya (MB dan NB) tak pernah disebut kan.

Pak de berusaha menjawab setiap “pertanyaan”, dan jawaban itu harus “dikritisi” oleh  yang menerima jawaban, termasuk kemenakan.

MB   tidak mengakui adanya soul dan spirit karena memandang living organisme sekedar proses biologi, memandang “jiwa adalah bagian dari organisme” , sehingga tidak ada pertanggungan jawab  terhadap yang memberi kehidupan. Namun dari sudut pandang spiritual, mereka dapat hidup karena dikendalikan oleh soul atau spirit.

MS tidak termasuk dalam spiritual, maka MB tidak  boleh dipaksa untuk dimasukkan  dalam salah satu   jenis living organisme versi Teori Paralogika , kecuali setelah mereka mengakui adanya soul atau spirit yang mengendalikan kehidupan. Mereka dapat menjadi WB maupun RB, tergantung dari pilihan mereka.

NH jelas termasuk RB, sebab mereka meyakini setelah mati yang menyebabkan hidup tetap berkutat di sekelilingnya, walau tidak menyebutnya sebagai spirit.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Ketertarikan adalah pintu memasuki kecintaan.

Pertanyaan: Aku tertarik tulisan Akungibnu di berbagai wibesite dan blog yang menurut aku berbeda dengan tulisan yang lain, semua serba baru, sebab aku mulai bosan membaca yang itu-itu saja.
Agar tidak salah faham aku ingin mendapat penjelasan langsung dari Akungibnu mengenai: macrocosmos, microcosmos, dan manfaat mempelajarinya. Thank Kung!

Jawaban:  Tak ada sesuatu yang baru pada tulisan akung, yang ada adalah yang tidak seperti tulisan  yang  pernah cucu baca  atau yang tidak biasa  cucu baca sebelumnya. Cucu kebetulkan membaca, dan kebetulan cocok/mathuk , sehingga tertarik untuk membaca yang lain, jadi faktor kebetulan memang tetap berlaku disamping faktor probabilitas. Namun memang pantas tulisan akung dianggap sampah bagi yang tidak cocok sebab “berhamburan di dunia maya” tanpa menyebutkan sumber, kecuali sekedar membandingkan dengan yang “dipercaya keberannya”.

Istilah macrocosmos dan microcosmos sudah dikenal sebelunya, namun istilah “ilmiah” itu sengaja akung gunakan dalam tulisan akung yang maknanya berbeda dengan yang telah digunakan secara umum.

Ini akung kutipkan difinisi/pengertian macrocosmos dan micrpcosmos yang telah ada sebelumnya:

Makrokosmos dan mikrokosmos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Makrokosmos dan mikrokosmos adalah skema Neo-Platonik Yunani kuno yang melihat pengulangan pola yang sama di setiap tingkatan kosmos, mulai dari ukuran terbesar (makrokosmos atau tingkat semesta) sampai ukuran terkecil (mikrokosmos atau tingkat sub-sub-atomik atau bahkan metafisik). Dalam sistem ini, penengahnya adalah manusia yang meringkas seluruh kosmos.

Makrokosmos/mikrokosmos adalah kata majemuk Yunani yang terdiri dari μακρο- “Makro-” dan μικρο- “Mikro-“, masing-masing berarti “besar” dan “kecil”, dan kata κόσμος kósmos yang berarti “tatanan” sekaligus “dunia” atau “dunia tertata”.

Kini, konsep mikrokosmos didominasi oleh sosiologi untuk menyebut sekelompok kecil individu yang perilakunya sama seperti badan sosial yang lebih besar yang menyelubunginya. Suatu mikrokosmos dapat dipandang sebagai semacamepitom istimewa. Sebaliknya, makrokosmos adalah badan sosial yang terbentuk dari himpunan-himpunan kecil.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. Republic, Plato, trans. By B. Jowett M.A., Vintage Books, NY. § 435, pg 151

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Theories of Macrocosms and Microcosms in the History of Philosophy, G. P. Conger, NY, 1922, which includes a survey of critical discussions up to 1922.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

 

Ini adalah tulisan akung mengenai macrocosmos dan microcosmos versi Teori Minimalis:

Pertanyaan: Saya kagum pada Teori Minimalis yang secara gamblang mendifinikan dan menjelaskan arti kata macrocosmos dan microcosmos sehingga sangat mudah difahami. Namun pak de belum menjelaskan fungsi dan manfaat dari microcosmos dan microcosmos dan hubungan satu dengan yang lain. Mohon penjelasan. Terimas kasih.

Jawaban: Seharusnya kemenakan bertanya fungsi dan manfaat energi dan non energi, sebab microcosmos dan macrocosmos keduanya mengandung unsur energi, sedangkan microcosmos juga memiliki unsur non energi disamping energi.
Sebelum menjelaskan fungsinya, pak de akan menjelaskan difinisi energi dan non energi berdasar TM.
Untuk menjelaskan dibutuhkan dua formula Teori Minimalis:
Formula Supernatural Modern (FSM) : E = – x + y dan Formula Som Wyn (FSW) z # – x + y yang termasuk dalam Non Energi E’ # – x + y. Kedua formula ini dibutuhkan untuk menjelaskan microcosmos.

Macrocosmos adalah  isi Alam Semesta yang berupa Energi dan dinyatakan denganFSM E = – x + y. Ruas Kiri (E) harus sama dengan Ruas Kanan – x + y. Jika memenuhi persyaratan tsb dikatakan valid, jika tidak dikatakan invalid.

Energi berfungsi untuk pembentukan body dan merupakan penyedia “tenaga” pada body agar sanggup melakukan aktifitasnya, dan mempertahankan keutuhan body atau sebaliknya menghancurkan body.  Tanpa energy dalam (internal energy)   body akan pecah atau tak sanggup melakukan aktifitasnya, energi luar (external energy)  dapat menghancurkan body.

Energy juga dapat bergoyang (berubah-ubah secara periodik) menjadi gelombang (wave), atau sebaliknya wave dapat berinteraksi sesamanya membentuk energi.

Non energy tidak memenuhi FSM, sehingga dinyatakan oleh Formula Non Energy (FNE)  E’ # – x + y.  Dengan analisa matematika E’  harus tidak memenuhi FSM E = – x + y. Jadi syarat Non Energy adalah Ruas Kiri (E’) tidak boleh sama dengan Ruas Kanan  – x + y.

Non Energy tidak terjangkau oleh kemampuan manusia, namun dengan Peta Energy dan Non Energi Alam Semesta Minimalis dapat divisualisasikan keberadaan Non Energy di Alam Semesta. Non Energy harus  terletak  di luar grafik energi gaib (E = -x), diluar  grafik energi metafisika (E = y),  diluar grafik energi fisika (E=0) dan diluar bidang spektrum energi transien E = – x + y (dengan nilai E#=0 , x#0 dan y#0) .

Baik Non Energi E’  maupun soul (z) tak terjangkau oleh kemampuan manusia (kecuali atas dasar dogma). Namun saat soul melakukan interaksi dengan body yang dibangun oleh energi membentuk microcosmos, maka akan dapat dimengerti lewat kemampuan manusia sesuai pemahaman jenis energi yang membangun body.

1. Living Organisme yang merupakan interaksi body yang tersusun dari bio energy (energi organisme)  terdeteksi lewat panca indera dan peralatan fisika hasil akal budi manusia-

2. Living Astral Body atau Spirit merupakan interaksi vitalistik antara astral body yang tersusun dari energi transien dengan soul terdeteksi oleh kemampuan bawah sadar.

3. Living dark body dan  Talent Body merupakan interaksi antara body yang tersusun dari dark energy atau energi metafisika dengan soul terdeteksi oleh kemampuan berfikir.

4. Living bright body dan Holly Body merupakan interaksi antara body yang tersusun dari bright energy dengan soul terdeteksi oleh kemampuan batin.

5. Non Body  merupakan interaksi antara Non Energy dengan soul hanya dapat diyakini atas dasar dogma, sebagai halnya soul.

Macrocosmos diberikan kesadaran untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungannya. Manfaat macrocosmos  untuk menjelaskan mengapa Energi yang ada di Alam semesta dapat teratur (cosmos) , namun juga dapat menjadi kacau (chaos) . Jika energi diatur langsung oleh pencipta atau yang menyediakan , Tuhan, maka tidak mungkin terjadi kekacauan, macrocosmos akan selalu teratur. Kenyataan: macrocosmos dapat kacau (chaos)  akibat berebutan kepentingan. Kondisi akan kembali tertip (cosmos) saat masing-masing menyadari  kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bersama. Mengapa dapat demikian? Sebelum menciptakan Alam Semesta Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama dan menyiapkan hukum untuk mengaturnya. Dia telah membekalkan kesadaran (consciousnes) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing. Tuhan YME bukan sekedar pencipta yang harus melakukan penciptaan dari titik awal hingga ciptaan Nya berujut, melainkan mendelegasikan wewenangnya kepada ciptaan Nya untuk memanfaatkan segala yang disediakan baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan oleh ciptaan Nya, memberikan kesempatan untuk memilih apa yang diinginkan oleh ciptaan Nya sepanjang dapat mewujutkan apa yang diinginkan dan berani menanggung risikonya.

Alam Semesta disebut macrocosmos atau keteraturan besar berdasar setiap energi diberikan kesadaran untuk mengurus diri, jenis dan lingkungannya.

Microcosmos atau keteraturan kecil berupa  interaksi antara body yang tersusun dari energi dengan soul.  Ada tujuh lapis microcosmos sesuai dengan jenis energi yang membangun body.

Tuhan YME mendelegasikan wewenangnya kepada soul untuk mengendalikan body yang merupakan bagian dari macrocosmos.

Energi merupakan fenomena universal sedangkan soul bersifat induvidual. Soul bertugas mengendalikan  body yang merupakan bagian dari macrocosmos (keteraturan besar) yang telah membentuk microcosmos (keteraturan kecil)  secara individual,  sehingga  soul harus bertanggung jawab atas aktivitas body yang menjadi tanggung jawabnya. Body dapat dianggap sebagai slave (kawula) sedangkan soul merupakan master (gusti). Kawula (body)  dan Gusti (soul)  harus manunggal agar microcosmos tetap exist.Manunggaling kawula Gusti inilah yang menjadi microcosmos berbeda dengan macrocosmos. Macrocosmos bersifat universal sedangkan microcosmos bersifat individual.

Semoga kemenakan puas dengan hasil kotak-katik pak de.

Pesan pak de Ibnu: aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido apa sing durung kok ngerteni.

Tentang iklan-iklan ini

Pada waktu-waktu tertentu, beberapa pengunjung Anda akan melihat iklan di sini.

Jelaskan | Tutup pesan ini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Percaya diri dan tak tahu diri.

Pertanyaan: Aku adalah pengagum Akungibnu, sehingga marah ketika teman-teman mengejek Som Wyn alias Akungibnu sebagai manusia yang tidak tahu diri. Harga diriku sangat tersinggung sehingga kuputuskan persahabatan kami agar perasaanku tidak tersakiti. Bagaimana pendapat Akungibnu?

Jawaban: Terima kasih cucu “mengagumi” akung, namun cemooh teman-teman cucu  memang tidak salah, sebab Som Wyn memang tidak tahu diri.

Antara percaya diri (PD)  dengan tak tahu diri (TTD)  ibarat keping uang setipis rambut dibelah sejuta, yang membedakan: orang PD  tidak akan tersinggung dikatakan TTD . Jika cucu PD  jangan marah dicemooh sebagai TTD, apalagi marah karena Akungibnu dikatakan TTD (padahal memang akung memang TTD).

Orang TTD memperolok/mencemooh  orang lain karena saat bercermin bayangan pada cermin hanyalah sekedar hasil ilusi  atas dirinya, bukan  kenyataan.

Banyak tulisan dan gagasan Akungibnu “melukai” orang-orang yang mereka kagumi, misalnya: Einstein, Darwin, Hawking,  dll yang telah sanggup meyakinkan peradaban manusia saat ini yang materialistik  sementara Som Wyn belum sanggup menyakinkan mereka (kecuali cucu), sehingga dikatakan tidak tahu diri, bahkan seharusnya dikatakan gila.

Tak ada ruginya “menjauh” dari mereka yang selalu membuat perasaan cucu tidak nyaman, namun jangan  marah apalagi membenci  sebab hal itu justru merugikan diri sendiri.

Memilih teman sebaiknya yang “sama sudut panjangnya”, namun harus tetap  mawas diri sehingga tidak  apriori yang berbeda sudut pandang salah bahkan dianggap sesat dan dipandang sebagai musuh.

Tetaplah PD walau dikatakan TTD!

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar